Dispepsia - Penyakit Lambung - Gejala dan Penyebabnya

Dispepsia Penyakit Lambung Yang Harus Anda Kenali - Lambungku.com,- Dispepsia merupakan penyakit yang sering disamakan dengan maag. Ini karena gejala dari keduanya terbilang sangat mirip. Namun sebenarnya dispepsia sendiri berbeda dengan maag. Kata maag merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda. Artinya adalah lambung. Sementara dispepsia diambil dari bahasa Yunani. Artinya adalah pencernaan yang buruk.  

Istilah dispepsia ini mulai populer pada akhir tahun 1980-an. Istilah ini mengacu pada perasaan yang tidak nyaman atau rasa nyeri yang terasa di bagian perut bagian atas.

dispepsia penyakit lambung

Dispepsia Pengertian, Jenis, Gejala dan Penyebabnya

Dispepsia merupakan sekumpulan gejala seperti perasaan tidak enak dan nyeri di perut bagian atas. Gejala ini biasanya terus berulang dan disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, nafsu makan menurun, bersendawa, kembung, mudah merasa kenyang dan terasa panas di bagian dada.

Berdasarkan penyebabnya, dispepsia ini dibagi ke dalam dua jenis, yaitu :

  • Dispepsia tipe organik

Dispesia tipe ini merupakan dipepsia yang penyebabnya diketahui dengan jelas. Misalnya akibat kanker lambung, batu empedu, tukak lambung atau maag kronis.

  • Dispepsia tipe fungsional

Pada dispepsia tipe fungsional, penyebabnya tidak diketahui. Selain itu, tidak ditemukan kelainan organ. Kemungkinan besar dispepsia tipe fungsional ini berhubungan dengan gangguan yang terjadi pada pergerakan saluran pencernaan di bagian atas, mulai dari kerongkongan, lambung hingga pada usus halus bagian atas.

Sementara itu jika dilihat dari gejala dominan yang muncul, maka dispepsia ini dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • Dispepsia tipe ulkus

Tipe ini terjadi jika keluhan yang dominannya adalah nyeri dibagian ulu hati.

  • Dispepsia tipe dismotilitas

Pada dispepsia tipe dismotilitas, keluhan yang dominannya adalah perut kembung, mudah kenyang dan mual.

  • Dispepsia tipe nonspesifik

Dispepsia tipe nonspesifik terjadi jika keluhannya tidak jelas dan tidak dapat dikelompokan ke dalam salah satu dari tipe dispepsia di atas.

Patofisiologi Dispepsia

Penyebab dari dispepsia ini masih  belum diketahui hingga sekarang. Tetapi ada sejumlah faktor yang dicurigai berperan dalam memicu terjadinya dispepsia, seperti :

  • Gangguan pergerakan saluran pencernaan

Gangguan pergerakan saluran pencernaan bisa memicu gejala-gejala dari dispepsia seperti mual dan muntah, mudah merasa kenyang dan perut terasa penuh saat makan.

  • Saluran pencernaan yang terlalu sensitif

Saluran pencernaan, terutama lambung dan usus halus yang terlalu sensitif terhadap asam lambung, lemak atau asam empedu bisa mengakibatkan munculnya rasa nyeri setelah makan dan saat bersendawa.

  • Produksi asam lambung yang berlebih

Asam lambung yang terlalu banyak bisa menimbulkan iritasi pada lambung. Kondisi tersebut pun membuat uluh hati terasa nyeri.

  • Stres dan depresi

Kedua kondisi ini telah diketahui sejak lama memiliki hubungan yang erat dengan penurunan kontraksi lambung. Selain itu, baik stres ataupun depresi sama-sama mampu meningkatkan produksi asam lambung.